SEJARAH FORKOMPI


SEJARAH SINGKAT
FORKOMPI atau Forum Komunikasi Mahasiswa Poltekkes Kemenkes se-Indonesia merupakan organisasi tingkat nasional yang mewadahi seluruh Poltekkes di Indonesia. FORKOMPI dibentuk tanggal 06 Juni 2004 diketuai Hubullah Fuadzy dari Poltekkes Kemenkes Bandung. Pada saat dibentuk, FORKOMPI masih berbentuk forum yang kemudian dirubah menjadi organisasi pada saat Kongres Nasional pertama di Gedung Telkom, Bandung.
Tetapi dengan terbentuknya FORKOMPI belum berarti FORKOMPI sudah mendapatkan legalitas. Setelah bergerak melalui angkatan pertama, perkembangan FORKOMPI tidak tampak bahkan dapat dibilang menghilang tidak ada kabar. Ketika fakum cukup lama, FORKOMPI mulai dibahas kembali dan akan diusahakan berjalan segera setelah pertemuan di Pelatihan Leadership tahun 2011 di Ciloto, Bogor, yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan RI. Pada pertemuan tersebut, disepakati bahwa Sekretaris Jendral Sementara FORKOMPI dipegang oleh Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Jakarta 2.




Untuk menghidupkan kembali FORKOMPI, pengurus pusat telah mengusahakan legalitas ke BPPSDMK, namun legalitas tidak dapat diberikan oleh Ka. Badan BPPSDMK dan akan kembali diusahakan bergerak setelah Kongres Nasional FORKOMPI tahun 2012 untuk mendapatkan legalitas dari Kementerian Kesehatan RI.

SEKRETARIS JENDRAL FORKOMPI

ACHMAD NUR VIGAM (2011 – 2012)
Diangkat pada Pelatihan Leadership di Bandung

IRCHAS EKO WILANTARA (2012 – 2013)
Diangkat pada Kongres Nasional Luar Biasa di Bandung

SUSWENDI EKA PUTRA  (2013 – 2014)
Diangkat pada Kongres Nasional di Makassar

TUJUAN FORKOMPI
  1. Menjadi wadah yang memaksimalkan komunikasi dan koordinasi lembaga Kemahasiswaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se-Indonesia.
  2. Menampung aspirasi mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan dan rakyat Indonesia serta memperjuangkannya.
  3. Membentuk jiwa kepemimpinan dalam diri mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se-Indonesia yang tangguh, peduli, jujur, dan cerdas.
  4. Menyukseskan Millenium Development Goal’s dan mencapai Indonesia sehat semesta


VISI FORKOMPI
            Mendorong terciptanya sumber daya manusia kesehatan yang berkontribusi aktif dalam menyukseskan Millenium Development Goal’s, mencapai Indonesia sehat semesta ,dan memperjuangkan hak serta kewajiban mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se-Indonesia.     


MISI FORKOMPI
  1. Memaksimalkan fungsi lembaga kemahasiswaan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se- Indonesia.
  2. Memaksimalkan peran aktif mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se-Indonesia,  Sumber Daya Manusia Kesehatan melalui TRIDHARMA perguruan tinggi.
  3. Ikut berperan aktif dalam usaha pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakatdalam bidang kesehatan.


STRUKTUR KEPENGURUSAN FORKOMPI TINGKAT PUSAT
   1.      PENGURUS PUSAT
   Sekretaris Jendral
   2.      KESEKRETARIATAN PUSAT
a.       Sekretaris Umum
b.      Bendahara Umum
   3.      BIDANG-BIDANG PUSAT
a.       Bidang Pendidikan dan Budaya (DIKBUD) Tingkat Pusat
b.      Bidang Pelatihan Sumber Daya Mahasiswa dan Organisasi (PSDM+O) Tingkat Pusat
c.       Bidang Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Tingkat Pusat
d.      Bidang Pelayanan Masyarakat (PEMAS) Tingkat Pusat

STRUKTUR KEPENGURUSAN FORKOMPI TINGKAT WILAYAH
   1.      KOORDINATOR WILAYAH
a.       Koordinator Wilayah 1
b.      Koordinator Wilayah 2
c.       Koordinator Wilayah 3
d.      Koordinator Wilayah 4
e.       Koordinator Wilayah 5 
   2.      BIDANG-BIDANG WILAYAH
a.       Bidang Pendidikan dan Budaya (DIKBUD) Tingkat Wilayah
b.      Bidang Pelatihan Sumber Daya Mahasiswa dan Organisasi (PSDM+O) Tingkat Wilayah
c.       Bidang Komunikasi dan Informasi (KOMINFO) Tingkat Wilayah
d.      Bidang Pelayanan Masyarakat (PEMAS) Tingkat Wilayah




TUGAS PENGURUS PUSAT
  1. Melaksanakan tugas pengurus pusat yang telah di tentukan pada Kongres Nasional FORKOMPI.
  2. Menaati AD/ART serta mengawasi keputusan Kongres Nasional agar ditaati dan dijalankan dengan benar.
  3. Mengambil kebijakan organisasi.
  4. Pengurus pusat wajib melaporkan dan mempertanggungjawabkan kebijakan, kegiatan dan keuangan organisasi secara tertulis yang dilaksanakan selama masa jabatan pada Kongres Nasional FORKOMPI.
  5. Pengurus Pusat berwenang membuat peraturan kebijakan organisasi dan menetapkan kebijakan organisasi.
  6. Pengurus Pusat dipilih dalam kongres nasional FORKOMPI secara langsung atau melalui sistem formatur.
  7. Pemberhentian dan penggantian pengurus pusat yang belum habis masa jabatannya hanya dapat dilakukan atas keputusan sidang pleno pengurus pusat.
  8. Anggota pengurus pusat yang tidak aktif lebih dari tiga bulan berturut-turut diberikan surat teguran yang ketiga oleh sekretaris jendral dan apabila dalam waktu tiga puluh hari setelah diterima surat teguran dan yang bersangkutan tidak memberikan jawaban, anggota pengurus bersangkutan dinyatakan mengundurkan diri dan diberhentikan.
  9. Untuk penggantian pengurus pusat sebelum masa akhir jabatan hanya dapat dilakukan melalui Kongres Nasional Luar Biasa.
  10. Anggota pengurus pusat yang melakukan perbuatan tercela dan merugikan nama baik organisasi dapat diberhentikan oleh pengurus pusat dengan mengeluarkan surat keputusan.
  11. Pengurus Pusat berhak mengesahkan anggota baru atas rekomendasi dari Pengurus Wilayah.

Pengurus Pusat  à Koordinator Wilayah à Bidang – Bidang Pusat


PERTEMUAN TINGKAT NASIONAL
      1.      KONGRES NASIONAL
  • Kongres Nasional adalah pemegang kedaulatan tertinggi dalam FORKOMPI
  • Tempat penyelenggaran Kongres Nasional selanjutnya berdasarkan keputusan Kongres Nasional sebelumnya.
  • Kongres Nasional diselenggarkan pengurus pusat yang dilaksanakan dengan cara mendelegasikan wewenang kepada lembaga kemahasiswaan yang terpilih sebagai tuan rumah Kongres Nasional untuk membentuk Steering Committe dan Organizing Committee.
  • Kongres Nasional sah jika dihadiri oleh lebih dari 2/3 Institusi yang terdaftar sebagai anggota di FORKOMPI.
  • Kongres Nasional juga sebagai forum pembelaan dari anggota atas penghinaan dan sanksi organisasi.

Tugas Kongres Nasional :
a.       Menetapkan AD/ART termaksud perubahannya minimal 2 tahun sekali
b.      Memilih, mengangkat dan memberhentikan Sekjend FORKOMPI
c.       Menetapkan program FORKOMPI dan Kebijakan – kebijakan lainnya guna mewujdkan tujuan FORKOMPI
d.      Menilai laporan pertanggungjawaban keuangan dan kebijakan organisasi Pengurus Pusat


Kongres Nasional 2013
Poltekkes Makassar


   2.      SARASEHAN NASIONAL
Sarasehan Nasional adalah evaluasi terhadap kinerja pengurus pusat selama enam bulan masa jabatan. Tempat penyelenggaran Sarasehan Nasional selanjutnya berdasarkan keputusan Kongres Nasional sebelumnya.

Tugas Sarasehan Nasional :
a.       Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban Pengurus Forkompi selama 6 bulan.
b.      Menentukan program kerja lanjutan dari Kongres Wilayah masing-masing wilayah



Sarasehan Nasional 2013
Poltekkes Jakarta II


Sarasehan Nasional 2014
Poltekkes Padang


      3.       KONGRES WILAYAH
  • Kongres Wilayah adalah suatu kegiatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan se-Indonesia untuk menentukan program kerja diwilayahnya masing-masing
  • Tempat penyelenggaraan Kongres Wilayah di masing-masing wilayah diputuskan keputusan pada saat Kongres Nasional sebelumnya
  • Kongres wilayah diselenggarakan pengurus wilayah yang dilaksanakan dengan cara mendelegasikan wewenang kepada lembaga kemahasiswaan yang terpilih sebagai tuan rumah kongres wilayah

Tugas Kongres Wilayah :
a.       Menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan di wilayahnya

Musyawarah Wilayah II
Poltekkes Semarang



      4.      KONGRES NASIONAL LUAR BIASA
a.      Kongres Nasional Luar biasa dilaksanakan apabila :
      -          Terdapat hal-hal yang mendesak atau penting
      -          Pelanggaran berat terhadap AD/ART.
      -          Sekretaris jendral mengundurkan diri.
b.      Kongres Nasional Luar Biasa merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi diluar Kongres Nasional dan memiliki kedudukan setara dengan Kongres Nasional.
c.   Kongres Nasional Luar Biasa dihadiri Pengurus Pusat, koordinator wilayah, dan koordinator daerah jika ada FORKOMPI.
d.    Kongres Nasional Luar Biasa dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebih dari 2/3 Institusi yang terdaftar sebagai anggota di FORKOMPI.
e.   Jika quorum tidak terpenuhi maka rapat ditunda paling lama 2 x 15 menit dari pembukaan Kongres Nasional Luar Biasa.

SUSUNAN PENGURUS FORKOMFI PERIODE 2013/2014
Sekretaris Jendral : Suswendi Eka Putra (Poltekkes Kemenkes Bandung)
Sekretaris Umum : Trya Safitri (Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang)
Bendahara Umum : Alfiana Sintari (Poltekkes Kemenkes Makassar)
Bidang Dikbud Pusat : Kholistul Hikmah (Poltekkes Kemenkes Pontianak)
Bidang Psdm+O Pusat : Verira Mega Puspitasari (Poltekkes Kemenkes Malang)
Bidang Kominfo Pusat : Novel Firmansyah (Poltekkes Kemenkes Jakarta II)
Bidang Pemas Pusat : Rizza Aulia Shava (Poltekkes Kemenkes Jakarta III)

WILAYAH 1
Koordinator Wilayah 1 : Dwi Novela Mita (Poltekkes Kemenkes Padang)
Bidang Dikbud Wilayah 1 : Eko Mayrindika (Poltekkes Kemenkes Riau)
Bidang Psdm+O Wilayah 1 : Dodi Satria (Poltekkes Kemenkes Padang)
Bidang Kominfo Wilayah 1 : Iqbal Fauzan Azhima (Poltekkes Kemenkes Palembang)
Bidang Pemas Wilayah 1 :  Adlil Abdul Khaliq (Poltekkes Kemenkes Aceh)

WILAYAH 2
Koordinator Wilayah 2 : Rijal Dzikri Robbani (Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya)
Bidang Dikbud Wilayah 2 : Garda Hm (Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya)
Bidang Psdm+O Wilayah 2 : Ratu Resta F (Poltekkes Kemenkes Bandung)
Bidang Kominfo Wilayah 2 : Claudia Dezra Fascoly (Poltekkes Kemenkes Jakarta II)
Bidang Pemas Wilayah 2 : Firdha Ningsih (Poltekkes Kemenkes Bandung)

WILAYAH 3
Koordinator Wilayah 3 : Lalu Banu Kharisma (Poltekkes Kemenkes Mataram)
Bidang Dikbud Wilayah 3 : Risa Dwi Sarialang (Poltekkes Kemenkes Mataram)
Bidang Psdm+O Wilayah 3 : Ay (Poltekkes Kemenkes Kupang)
Bidang Kominfo Wilayah 3 : Sonya Hayu I (Poltekkes Kemenkes Malang)
Bidang Pemas Wilayah 3 : Riris Premilga (Poltekkes Kemenkes Denpasar)

WILAYAH 4
Koordinator Wilayah 4 : Maya Fauziah (Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)
Bidang Dikbud Wilayah 4 : Evie Saswari (Poltekkes Kemenkes Palangkaraya)
Bidang Psdm+O Wilayah 4 : Andy Nurmansyah (Poltekkes Kemenkes Pontianak)
Bidang Kominfo Wilayah 4 : Muhammad Taufiq (Poltekkes Kemenkes Samarinda)
Bidang Pemas Wilayah 4 : Reja Agung Maulana (Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

WILAYAH 5
Koordinator Wilayah 5 : Yanto Salemba (Poltekkes Kemenkes Manado)
Bidang Dikbud Wilayah 5 : M Rizal Muhyi (Poltekkes Kemenkes Makassar)
Bidang Psdm+O Wilayah 5 : Sagisolo D Jimmy (Poltekkes Kemenkes Sorong)
Bidang Kominfo Wilayah 5 : Ilham Adam (Poltekkes Kemenkes Gorontalo)
Bidang Pemas Wilayah 5 : Trisna Samin (Poltekkes Kemenkes Gorontalo)

KEANGGOTAAN FORKOMPI
   A.    WILAYAH 1
1.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh.
2.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Jambi.
3.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang.
4.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan.
5.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Pangkal Pinang.
6.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang.
7.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjung Pinang.
8.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang.
9.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Riau
10.  Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu.

   B.     WILAYAH 2
1.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I.
2.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II.
3.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III.
4.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung.
5.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten.
6.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang.
7.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta.
8.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Tasik Malaya.
9.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

   C.     WILAYAH 3
1.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar.
2.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.
3.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.
4.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram .
5.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya.
  
    D.    WILAYAH 4
1.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin.
2.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak.
3.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda.
4.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangkaraya.

    E.     WILAYAH 5
1.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo.
2.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar.
3.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado.
4.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju.
5.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong.
6.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Ternate.
7.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura.
8.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari.
9.      Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu.
10.  Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku



Sunday, August 24, 2014
Tag :

SEJARAH BEM POLTEKKES DENPASAR


SEJARAH SINGKAT
Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar merupakan organisasi kemahasiswaan yang berkedudukan di tingkat Direktorat. BEM Poltekkes Denpasar resmi berdiri sejak 16 April 2004 bertepatan dengan Dies Natalis III Poltekkes Denpasar. Sejak berdiri hingga saat ini BEM Poltekkes Denpasar terus berbenah dan melakukan perubahan menuju organisasi yang lebih baik. Pada awalnya BEM Poltekkes Denpasar diketuai oleh Ketua Umum dan pemilihannya dilakukan secara musyawarah dengan perwakilan dari IKM masing – masing jurusan yang ada di Poltekkes Denpasar.
Pada tahun 2013 BEM Poltekkes Denpasar melakukan pemilihan umum (pemilu) pertama dimana semua warga Poltekkes Denpasar dilibatkan dalam menentukan pemimpin BEM Poltekkes Denpasar. Sejak itulah BEM Poltekkes Denpasar berubah memakai system parlemen berupa menteri – menteri dengan pemimpin tertinggi yaitu Presiden BEM. Pada pemilu pertama tersebut terpilihlah Ni Luh Mega Desyanti sebagai Presiden BEM Poltekkes Denpasar periode 2013/2014 dan sekaligus menjadi Presiden BEM pertama yang dipilih secara langsung oleh seluruh warga Poltekkes Denpasar melalui pemilu raya. Pada tahun yang sama berdiri organisasi Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Poltekkes Denpasar sebagai organisasi diatas BEM dan berfungsi sebagai lembaga legislative dalam mengontrol kinerja BEM dan IKM. Adapun Ketua MPM yang pertama yaitu Luh Putu Wijayanti untuk periode 2013/2014.

FUNGSI
Adapun fungsi BEM Poltekkes Denpasar yaitu :
  1. Sebagai sarana dan wadah perwakilan mahasiswa tingkat perguruan tinggi Poltekkes Denpasar
  2. Menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa, menetapkan garis-garis besar program dalam kegiatan kemahasiswaan
  3. Pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, komunikasi antar mahasiswa, pengembangan potensi jati diri mahasiswa sebagai insan akademis, calon ilmuan dan intelektual yang berguna di masa depan
  4. Pengembangan pelatihan ketrampilan berorganisasi, manajemen, dan/atau kepemimpinan mahasiswa; pembinaan dan pengembangan kader-kader bangsa yang berpotensi dalam melanjutkan kesinambungan pembangunan nasional
  5. Memelihara dan mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, akademis, etika, moral, dan wawasan kebangsaan.

TUJUAN
  1.  Melakukan regenerasi pengurus BEM yang baru
  2. Menyelenggarakan musyawarah keluarga mahasiswa
  3. Menyelenggarakan rapat-rapat koordinasi mahasiswa bersama IKM
  4. Menyelenggarakan musyawarah mahkamah luar biasa jika dipandang perlu
  5. Mewadahi kreativitas mahasiswa; mampu membentuk dan mengembangkan sistem kaderisasi yang berkesinambungan bagi organisasi
  6. Meningkatkan profesionalisme dalam organisasi
  7. Menjalin hubungan internal dan eksternal organisasi yang kondusif
  8. Meningkatkan kepedulian mahasiswa Poltekkes Denpasar terhadap lingkungan sosial


LAMBANG BEM POLTEKKES DENPASAR
Lambang adalah sebuah tanda pengingat dan mempunyai makna yang sangat penting dan dalam serta pada dasarnya semua pemahaman yang kita miliki dan kita pikirkan agar mampu di pahami orang lain maka harus diwujudkan kedalam bentuk yang nyata karena pemikiran/petunjuk belum bisa dinalar oleh orang lain, jika tidak diwujudkan dalam bentuk sesuatu (gambaran nyata). Dengan adanya lambang atau gambar diharapkan mampu mewakili apa-apa yang menjadi pemikiran kita yang nantinya lambing tersebut dapat menjadi media pengingat bagi siapapun.
Adapun lambing BEM Poltekkes Denpasar yaitu Angsa yang di atasnya terdapat lambang Bakti Husada dan dihiasi dengan kelopak berjumlah tiga yang berwarna dasar hijau dengan garis pinggir putih. Di bawah angsa terdapat buku terbuka dan pena. Disekeliling angsa terdapat tulisan Politeknik Kesehatan Denpasar dan Badan Eksekutif Mahasiswa serta paling luar terdapat padma yang mengarah ke delapan penjuru mata angin dengan warna dasar hijaudan dilapisi warna putih serta garis pinggir berwarna hitam.

BENTUK DAN MAKNA LAMBANG


  1. Kelopak berjumlah delapan yang bermakna menunjuk ke delapan arah mata angina dimana angka delapan tidak pernah putus. Artinya keluarga besar mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar meskipun berada di tempat yang berbeda (segala penjuru) namun tetap sebagai keluarga yang tak terputus.
  2. Garis pinggiran berwarna hitam bermakna sesuatu yang abadi. Artinya kekeluargaan yang terjalin di bawah organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar adalah kekal abadi.
  3. Warna hijau mengikuti warna dasar lambang Politeknik Kesehatan Denpasar yang diambil dari filosofi warna simbol Kementerian Kesehatan RI yang melambangkan semangat pengabdian yang luhur, dilandasi dan dijiwai Pancasila dalam menyukseskan tujuan pembangunan kesehatan.
  4. Angsa adalah jenis binatang unggas yang memiliki sifat-sifat yang baik yaitu tidak suka berkelahi dan suka hidup harmonis. Angsa juga memiliki kemampuan memilih makanan. Meskipun makanan itu bercampur dengan air kotor tetapi yang masuk ke perutnya adalah hanya makanan yang baik saja, sedangkan air yang kotor keluar dengan sendirinya. Ini melambangkan bahwa keluarga besar mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar selalu berusaha menuntut ilmu pengetahuan dan mampu menjadi orang yang bijaksana, bisa membedakan yang baik dan yang buruk serta hidup dalam keselarasan, keserasian, dan keseimbangan.
  5. Buku dan pena melambangkan ilmu pengetahuan.
  6. Kelopak tiga bergaris pinggir putih dan berwarna dasar hijau yang terdapat di atas angsa melambangkan BEM Politeknik Kesehatan Denpasar mendukung program Politeknik KesehatanDenpasar dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, pengajaran, danpangabdian.
  7. Logo Bakti Husada yang ada di atas angsa adalah simbol Kementerian Kesehatan RI sebagai lembaga yang menaungi Politeknik Kesehatan Denpasar


PEMIMPIN BEM POLTEKKES DENPASAR 5 TAHUN TERAKHIR
  1. Putri Agung Sri Pramitadewi (Keperawatan) Ketua Umum Periode 2010-2011
  2. I Putu Gede Widhi Adnyana (Keperawatan) Ketua Umum Periode 2011-2012
  3. Gde Soeghaliy Arsa (Keperawatan) Ketua Umum Periode 2012-2013
  4. Ni Luh Mega Desyanti (Analis Kesehatan) Presiden BEM Periode 2013-2014
  5. I Gusti Ngurah Putu Jaya Antara (Keperawatan) Presiden BEM Periode 2014-Sekarang


Saturday, August 23, 2014
Tag :

Stuktur Kepanitiaan PPSM Poltekkes Denpasar 2014

Pelindung                          : Direktur Politeknik Kesehatan Denpasar
Penasehat                          : Pudir III Politeknik Kesehatan Denpasar
Penanggung Jawab            :
1. Kasubag ADAK Politeknik Kesehatan Denpasar
2. Koor. Ur. Kemahasiswaan Politeknik Kesehatan Denpasar
3. Gusti Ngurah Putu Jaya Antara (Presiden Mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar)

Ketua Panitia                     : Ayu Noviani Ratnaningsih (Keperawatan)
Wakil Ketua Panitia           : I Putu Bandem Arista Putra (Analis Kesehatan)
Sekretaris                          : Ni Made Artha Rini (Keperawatan)
Bendahara                         : Gusti Ayu Sri Budi Dwi Rahayu (Kebidanan)

1.       Sie Acara
Koordinator       : Rimadhona Siswoyo Putri (Kebidanan)
Anggota               :
1)      Dewa Gde Agus Suryawan (Analis Kesehatan)
2)      Yulistya Randi Putri (Analis Kesehatan)
3)      Sayu Komang Sukertiwiyani (Keperawatan)

2.       Sie Rohani
Koordinator       : Ni Putu Eka Natini Suryaningsih (Keperawatan Gigi)
Anggota               :
1)      Ni Putu Rahayu Novia Dewi (Kebidanan)
2)      Putu Devi Tresna Anjani (Analis Kesehatan)

3.       Sie Perlengkapan
Koordinator       : I Putu Praja Santika Abadi (Keperawatan)
Anggota               :
1)      I Wayan Kardana Putra (Keperawatan)
2)      I Gede Pande Agus Juni Ariawan (Keperawatan)
3)      Yudhi Pratama (Gizi)

4.       Sie Usaha
Koordinator       : Fietri Dwi Febriyanti (Gizi)
Anggota               :
1)      Ni Dewi Christianti (Keperawatan Gigi)
2)      Ni Komang Ayuk Oktapiani (Kebidanan)
3)      I Gusti Ayu Widya Ananda Putri (Kebidanan)

5.       Sie Pubdekdok dan Pengabmas
Koordinator       : I Putu Bandem Arista Putra (Analis Kesehatan)
Anggota               :
1)      Kadek Dwi Septini (Analis Kesehatan)
2)      I Gusti Ngurah Alit Adi Putra (Keperawatan Gigi)
3)      Ni Luh Putu Arny Suhandayani P (Keperawatan Gigi)

6.       Sie Humas dan Keamanan
Koordinator       : Pande Agus Prayoga (Kesehatan Lingkungan)
Anggota               :
1)      I Putu Suyadnya Putra Utama (Kesehatan Lingkungan)
2)      Gusti Ngurah Dahana Dinata (Analis Kesehatan)
3)      I Kadek Ari Surya Putra (Kesehatan Lingkungan)

7.       Sie Konsumsi
Koordinator       : Hani Fadila (Kesehatan Lingkungan)
Anggota               :
1)      Ni Putu Diah Arini TD (Analis Kesehatan)
2)      Ni Made Risma Dian Utami (Keperawatan)

8.       Sie P3K
Koordinator       : I Gusti Agung Eka Purnama Dewi (Keperawatan)
Anggota               :
1)      Ida Ayu Chandra Novita Sari (Keperawatan)
2)      Ni Putu Lilis Chandrawati (Keperawatan)

9.       Sie Penanggung Jawab Jurusan
Koordinator       : Ni Wayan Popy Aris Setiani (Gizi)
Angggota             :
1)      Penanggung Jawab Jurusan Analis Kesehatan
Viena Ayu Lintasari (Gizi)
2)      Penanggung Jawab Jurusan Kesehatan Lingkungan DIII dan DIV
Luh Verra Sridyantari (Keperawatan)
3)      Penanggung Jawab Jurusan Keperawatan DIII dan DIV
1.       Ni Putu Semara Ratih (Keperawatan Gigi)
2.       Made Rina Rastuti (Analis Kesehatan)
4)      Penanggung Jawab Jurusan Keperawatan Gigi
1.       I Wayan May Artha S (Keperawatan)
2.       Gusti Ayu Bintang Kartika Dewi (Gizi)
5)      Penanggung Jawab Jurusan Kebidanan DIII dan DIV
1.       Luh Putu Nita Meliandari (Keperawatan)
2.       I Kadek Joniartha (Kesehatan Lingkungan)
6)      Penanggung Jawab Jurusan Gizi
1.       I Kadek Budi Astawan (Analis Kesehatan)
2.       Ni Wayan Desi Jumanti (Analis Kesehatan)

- Copyright © BEM Poltekkes Denpasar -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -